Rabu, 11 Juli 2012

Banyak Minum Air Putih Pangkas Risiko Diabetes

img

Bila ingin menjauhi risiko diabetes, ada baiknya Anda mengganti minuman bersoda dan minuman manis lainnya dengan air putih. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa banyak minum air putih dapat menurunkan risiko diabetes.

Peneliti di Harvard School of Public Health menemukan bahwa mengganti minuman manis dengan air putij dapat membantu mencegah gangguan metabolisme, yang pada gilirannya dapat memangkas risiko diabetes.

Temuan ini didasarkan pada penelitian kebiasaan minum pada 83.000 wanita yang sudah dipelajari selama lebih dari satu dekade (10 tahun). Seiring waktu, sekitar 2.700 dari partisipan mengembangkan diabetes.

Wanita yang minum minuman bersoda dan jus buatan memiliki risiko diabetes lebih tinggi, sekitar 10 persen lebih tinggi untuk setiap gelas yang dikonsumsi setiap hari.

Tim peneliti memperkirakan bahwa jika wanita mengganti satu gelas minuman bersoda atau jus buah buatan dengan satu gelas air putih, maka risiko diabetes akan turun sekitar 7 hingga 8 persen.

"Meskipun penurunan risiko tidak terlalu besar, karena diabetes begitu umum dalam masyarakat kita, tapi bahkan 7 atau 8 persen penurunan risiko sudah cukup besar dalam hal populasi," jelas Dr Frank Hu, pemimpin penelitian dari Harvard School of Public Health, seperti dilansir Dailymail, Minggu (3/6/2012).

Studi Dr Hu, yang telah diterbitkan di American Journal of Clinical Nutrition, juga menemukan bahwa kopi tanpa gula atau teh mungkin menjadi alternatif yang baik untuk menggantikan minuman manis.

Para peneliti memperkirakan bahwa mengganti satu gelas minuman bersoda atau jus buah dengan satu cangkir kopi atau teh bisa mengurangi risiko diabetes sebesar 12 menjadi 17 persen.

Dr Hu mengatakan penelitian ini penting dalam menunjukkan bahwa jus buah buatan tidak optimal untuk dijadikan pengganti soda atau minuman manis lainnya.

"Kenyataannya adalah jus buah buatan mengandung jumlah kalori yang sama dan gula sebagai minuman ringan. Intinya bahwa air putih adalah salah satu pilihan yang bebas kalori yang terbaik untuk minuman dan jika air terlalu polos, Anda bisa menambahkan perasan lemon atau jeruk nipis," jelas Dr Hu.

Ini Alasan Penderita Diabetes Perlu Olahraga

img
Olahraga memang diketahui bisa membantu mencegah terjadinya pengembangan penyakit yang berkaitan dengan gaya hidup tidak sehat, salah satunya adalah diabetes tipe 2 yang sebagian besar akibat gaya hidup.

Ada beberapa alasan yang membuat penderita diabetes pelu melakukan olahraga, yang pertama untuk mengurangi tingkat gula darah dan kedua untuk mempertahankan berat badan yang sehat. Pada penderita diabetes tipe 2 olahraga penting untuk manajemen berat badan yang lebih baik.

Selain itu olahraga dapat meningkatkan efisiensi insulin, menurunkan tekanan darah, mengurangi kolesterol jahat, membangun kekuatan otot serta mengontrol gula darah yang dimiliki, seperti dikutip dari Timesofindia, Selasa (3/7/2012).

Untuk itu dengan olahraga teratur bisa membantu mengontrol penyakit ini. Olahraga yang bisa dilakukan meliputi latihan kekuatan yang diselingi kardio seperti latihan beban, berlari.

Sebelum melakukan olahraga, pastikan penderita memeriksakan diri ke dokter untuk mengetahui kondisi kesehatannya secara menyeluruh. Jika lampu hijau sudah diberikan oleh dokter, maka ada beberapa tips yang bisa dilakukan penderita diabetes saat olahraga yaitu:
  1. Jika mengalami sakit misalnya merasa lemah, peningkatan denyut jantung dan berkeringat lebih dari biasanya selama berolahraga maka segera berhenti. Ini untuk menghindari kerusakan jaringan dan juga sendi.
  2. Jangan lupa untuk mencatat kadar gula darah sebelum dan setelah olahraga.
  3. Pastikan membawa makanan ringan yang manis disaku saat olahraga, jika merasa gula darah turun segera konsumsi.
  4. Kenakan sepatu yang nyaman untuk menghindari luka atau cedera.
  5. Mengonsumsi air yang cukup sebelum melakukan olahraga.
Selain olahraga dengan teratur, ada hal lain yang perlu diperhatikan agar diabetes tetap terkontrol dan tidak mengganggu kehidupan yaitu manajemen stres dengan lebih baik, serta melakukan pemeriksaan secara teratur.

Pengidap Diabetes Sudah Harus Bersiap Jika Mau Ikut Puasa

img
Bulan puasa baru dimulai beberapa hari lagi, namun pengidap diabetes harus sudah mempersiapkannya jauh-jauh hari. Bukan cuma seminggu dua minggu sebelumnya, persiapan puasa bagi para pengidap diabetes harus dilakukan selama 2 bulan.

Persiapan jauh-jauh hari sebelum mulai berpuasa perlu dilakukan karena sistem metabolisme tubuh memerlukan proses adaptasi. Bagi pengidap diabetes, perubahan pada sistem metabolisme tersebut bisa menyebabkan gangguan-gangguan kesehatan yang membahayakan.

"Sebaiknya sih diatur paling nggak selama 2 bulan. Diadaptasi minum obatnya, cairannya dan juga olahraganya," kata Dr Agasjtya Wisjnu Wardhana, SpPD, FINASIM, Humas Perhimpunan Ahli Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) dalam simposium awam tentang puasa di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Senin (9/7/2012).

Menurut Dr Wisjnu, seseorang yang mengalami lapar dalam arti tidak makan selama 8 jam atau lebih akan mengalami penurunan kadar gula darah. Normalnya, tubuh akan mengimbanginya dengan sistem kontra hormonal untuk meningkatkan kembali kadar gula darah.

Karena selama puasa tidak boleh makan, maka tubuh akan menggunakan sumber lain untuk diubah menjadi gula misalnya lemak dan protein. Efeknya adalah, peningkatan kadar gula darah terjadi secara tajam dan bisa membahayakan para pengidap diabetes melitus.

Selain itu, mekanisme kontra hormonal ini juga akan menyebabkan sifat asam pada darah yang dikenal dengan istilah ketoasidosis. Risiko lainnya adalaah penyakit hiperosmolar, yang juga merupakan komplikasi diabetes melitus akibat lonjakan kadar gula darah.

Sementara Dr Tri Juli Edi Tarigan, SpPD mengatakan bahwa pengidap diabetes yang ingin menjalankan ibadah puasa perlu berkonsultasi dengan dokternya. Sebagian besar proses adaptasi lebih terkait dengan pengaturan jadwal minum obat serta dosisnya yang disederhanakan.

"Dokter akan melakukan perubahan-perubahan pada regimen pengobatan. Menyederhanakan, dan menyesuaikan dengan waktu makan. Hal lain yang harus diperhatikan selama puasan adalah harus cukup minum, minumal 8-10 gelas antara berbuka hinggas sahur," kata Dr Tri.

10 Alasan untuk Mengurangi Minum Kopi

img
Dalam takaran yang pas, kopi punya sejuta manfaat bagi kesehatan. Namun ada kalanya konsumsi kopi harus dikurangi, sebab seringkali kalau sudah berlebihan justru bisa memicu berbagai keluhan ringan dan gangguan serius bagi kesehatan.

Pada kebanyakan orang, konsumsi kopi sudah harus dikurangi kalau mulai gelisah dan jantungnya mulai terasa berdebar. Namun tidak semua gejala kelebihan kopi muncul seketika, ada juga yang baru muncul dalam jangka panjang sehingga sering terabaikan.

Beberapa alasan yang perlu dipertimbangan untuk mengurangi kopi adalah sebagai berikut, seperti ditulis Mark Hyman, MD dan dikutip dari Huffingtonpost, Senin (2/7/2012).

1. Kandungan kafein dalam kopi meningkatkan produksi catecholamine, salah satu hormon stres. Respons stres akan meningkatkan produksi insulin, sementara insulin yang terlalu banyak akan memicu peradangan dan rasa tidak enak badan.

2. Kebiasaan minum kopi yang berlebihan bisa mengurangi sensitivitas insulin, sehingga tubuh kesulitan menilai kebutuhan gula darah. Kalau kadar gula darah berlebihan, risiko kerusakan pembuluh darah serta kematian akibat penyakit kardiovaskular meningkat.

3. Kopi murni punya banyak senyawa antioksidan yang bermanfaat, tapi kadang juga mengandung diterpen. Senyawa yang disebutkan terakhir ini berhubungan dengan peningkatan kadar LDL (Low Density Lipoprotein) atau kolesterol jahat dan trigliserida.

4. Kandungan asam kolinergik dalam kopi bermanfaat untuk menunda penyerapan glukosa di usus, tetapi juga bisa meningkatkan kadar senyawa homosistein. Senyawa tersebut merupakan indikator adanya peningkatan risiko penyakit kardiovaskular yang dijumpai pada diabesitas (diabetes yang dipicu oleh obesitas).

5. Keasaman kopi juga berhubungan dengan rasa tidak nyaman di saluran pencernaan, serta banyak dikaitkan dengan berbagai gangguan seperti GERD (gastro esophgial reflux disease), nyeri dada, perut kembung serta disbiosis (ketidakseimbangan flora usus).

6. Kecanduan adalah masalah lain yang sering dipicu oleh kopi dan membuat tubuh susah menemukan sumber energi yang sesungguhnya. Coba tanyakan pada orang-orang yang pernah sakau karena belum minum kopi, rasanya pasti lemas meskipun sebenarnya sudah makan.

7. Bukan cuma kopi yang bikin kecanduan, tetapi juga hal-hal lain yang sering disajikan bersama dengan kopi misalnya gula dan cremmer. Kopi latte misalnya, adalah contoh minuman rendah gizi namun kaya energi dan cepat bikin gemuk.

8. Sebuah senyawa organik di dalam tubuh yang dinamakan 5-HIA akan meningkat kadarnya pada orang yang minum kopi. Senyawa ini merupakan neurotransmitter serotonin atau hormon senang, yang sangat berperan dalam siklus tidur-bangun. Artinya, kopi bisa mengganggu pola tidur lalu memicu depresi dan kegelisahan.

9. Sehabis minum kopi, frekuensi buang air kecil pasti meningkat. Pada peminum kopi yang parah, berbagai mineral tubuh seperti kalsium, magnesium dan potassium akan berkurang kadarnya dan memicu ketidakseimbangan eletrolit.

10. Berbagai kandungan dalam kopi bisa mempengaruhi penyerapan obat di dalam tubuh, serta proses pembuangannya di hati. Obat antidepresan trisiklik misalnya, akan sulit diserap jika tubuh berada dalam pengaruh kafein sehingga gejala penyakit akan memburuk.

Ingin Diet Sukses? Ikuti Kebiasaan Berikut

img
Mengurangi makan dan banyak olahraga adalah resep umum untuk menurunkan berat badan. Tapi ada beberapa kebiasaan yang sebaiknya dimiliki agar diet berjalan dengan sukses.

Memiliki bentuk tubuh yang ramping dan langsing tidak hanya menurunkan risiko terkena penyakit tapi juga membuat seseorang lebih percaya diri. Namun perlu usaha yang tidak sedikit untuk mendapatkannya.

Kunci diet yang sukses adalah menjembatani kesenjangan antara apa yang ingin dilakukan dengan hal-hal yang benar-benar harus dilakukan. Jika keinginan tersebut sudah ada maka seseorang perlu rencana yang baik.

Berikut ini beberapa kebiasaan yang sebaiknya dimiliki seseorang jika program dietnya ingin berjalan sukses, seperti dikutip dari CNN, Selasa (29/5/2012) yaitu:

1. Jadilah orang yang spesifik
Ketika seseorang spesifik dengan tujuan yang ingin dicapai maka ia akan membuat perbedaan yang jelas, dengan begitu ia akan memiliki rencana yang lebih baik serta memiliki peluang yang lebih besar untuk sukses.

2. Buatlah rencana makan yang OK
Salah satu masalah yang dihadapi adalah tidak tahan dengan godaan yang muncul secara tidak terduga seperti es krim, makanan yang menggugah selera. Untuk itu diperlukan rencana makan yang tepat, misalnya jika ia tergoda makanan tertentu maka ia tahu apa yang harus dikonsumsinya seperti menyiapkan buah tertentu di tas atau yogurt.

3. Jadilah orang yang optimis realistis
Seseorang harus realistis bahwa menurunkan berat badan bukanlah perkara mudah, tapi sebaiknya senantiasa jadi orang yang optimis sehingga ia akan tetap bertahan meski keadaan sedang sulit dan mampu menghadapi tantangan.

4. Memiliki tekad yang kuat
Tekad yang kuat akan membantu seseorang lebih tahan untuk berjuang mencapai tujuan berat badan yang diinginkannya, selain itu memudahkan ia untuk mengendalikan diri terhadap godaan yang muncul